Ikusei Shūrō, Ginou Jisshu, dan Tokutei Ginou bukan tiga nama untuk program yang sama. Perbedaannya memengaruhi apa yang perlu kamu siapkan dan pertanyaan yang harus diajukan saat menerima penawaran. Jangan memilih hanya karena satu nama terdengar lebih baru.
Ginou Jisshu dikenal sebagai Technical Intern Training Program atau TITP. Tokutei Ginou adalah Specified Skilled Worker atau SSW. Ikusei Shūrō disebut Employment for Skill Development. Ketiganya perlu dibandingkan berdasarkan tujuan dan ketentuannya, bukan diurutkan sebagai paket yang wajib dibeli satu per satu.
Apa fungsi masing-masing sistem?
OTIT, organisasi pelaksana terkait pemagangan di Jepang, menjelaskan bahwa Ginou Jisshu bertujuan memberikan kontribusi internasional melalui transfer keterampilan. Sementara itu, Ikusei Shūrō bertujuan mengembangkan sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada bidang yang mengalami kekurangan pekerja di Jepang.
Untuk Tokutei Ginou, Immigration Services Agency of Japan membedakan status untuk memperoleh keterampilan melalui pemagangan dari status untuk bekerja. Tokutei Ginou merupakan status tinggal untuk bekerja dengan keterampilan yang dipersyaratkan.
Geser tabel ke samping untuk melihat semua kolom.
| Yang dibandingkan | Ginou Jisshu | Ikusei Shūrō | Tokutei Ginou |
|---|---|---|---|
| Nama yang sering dipakai | TITP atau pemagangan teknis | Employment for Skill Development | SSW atau pekerja berketerampilan spesifik |
| Tujuan pokok | Transfer keterampilan untuk kontribusi internasional | Pengembangan dan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja | Bekerja pada bidang yang dicakup sistem SSW |
| Hubungan antarsistem | Sistem yang digantikan melalui perubahan aturan | Dirancang terhubung dengan tingkat keterampilan SSW (i) | Memiliki kategori (i) dan (ii) dengan ketentuan berbeda |
Perbandingan ini belum menentukan apakah kamu memenuhi syarat. Bidang pekerjaan dan ketentuan yang berlaku untuk penawaranmu tetap perlu diperiksa.
Apakah Ikusei Shūrō sudah menggantikan seluruh pemagangan?
Halaman OTIT menyatakan perubahan undang-undang yang membentuk Ikusei Shūrō mulai berlaku pada 1 April 2027. Halaman yang sama sudah memuat prosedur pengajuan sebelum berlakunya sistem dan bagian tentang ketentuan transisi Ginou Jisshu.
Jadi, adanya persiapan administrasi tidak sama dengan bukti bahwa seluruh calon peserta sudah dapat mendaftar atau berangkat melalui sistem baru. Jangan pula menyimpulkan bahwa semua peserta pemagangan langsung berganti status pada tanggal tersebut.
Kalau penawaranmu menyebut "Ikusei Shūrō", tanyakan dasar aturan dan tahap proses yang dimaksud. Apakah pihak tersebut sedang membahas persiapan belajar, pengajuan rencana oleh perusahaan, atau penerimaan peserta? Minta penjelasan tertulis. Ketiga kegiatan itu berbeda.
Apakah harus magang sebelum mengambil Tokutei Ginou?
Tidak tepat menganggap Ginou Jisshu sebagai tahap wajib bagi semua calon pekerja SSW. Panduan resmi untuk memperoleh status SSW menjelaskan jalur melalui kelulusan ujian bahasa Jepang dan ujian keterampilan untuk SSW (i).
Panduan tersebut juga menjelaskan pengecualian ujian bagi orang yang telah menyelesaikan Technical Intern Training (ii) dengan baik. Untuk bekerja di bidang berbeda, ujian keterampilan pada bidang tujuan tetap diperlukan. Pengecualian ini perlu dicocokkan dengan riwayat peserta dan ketentuan bidangnya; jangan menganggap semua pengalaman magang memberi hasil yang sama.
Lulus ujian pun tidak sama dengan memperoleh pekerjaan atau izin tinggal. Halaman resmi itu membahas wawancara, kontrak dengan perusahaan, dan permohonan status tinggal sebagai proses tersendiri. Kamu perlu memeriksa semuanya, bukan berhenti pada sertifikat.
Apakah Ikusei Shūrō otomatis berlanjut ke SSW?
JITCO menjelaskan bahwa Ikusei Shūrō dirancang untuk mengembangkan pekerja hingga memiliki keterampilan setingkat SSW (i), melalui bekerja yang pada prinsipnya berlangsung dalam tiga tahun. Ringkasan JITCO yang sama menyebut bahwa peserta yang belum lulus ujian yang diperlukan untuk beralih ke SSW (i) dapat melanjutkan tinggal hingga satu tahun, sebatas yang diperlukan untuk ujian ulang. Tujuan pengembangan tersebut tidak berarti perpindahan status otomatis.
Halaman JITCO juga menyebut ujian keterampilan dan bahasa dalam perpindahan ke SSW (i). Namun, bagian penjelasan rincinya memuat penanda informasi akhir April 2025. Gunakan penjelasan itu untuk memahami arah sistem, lalu periksa aturan operasional dan bidang terbaru melalui OTIT sebelum mengambil komitmen.
Hindari menyusun rencana keuangan dengan asumsi bahwa setiap tahap pasti berlanjut. Tanyakan apa yang terjadi bila ujian belum terpenuhi, kontrak belum tersedia, atau permohonan belum disetujui. Jawaban lisan yang menenangkan belum cukup untuk menjadi dasar keputusan keluarga.
Apa yang perlu dibandingkan dari sebuah penawaran?
Siapkan satu lembar catatan untuk setiap penawaran. Salin nama status tinggal persis seperti yang tertulis, lalu lengkapi hal berikut:
- Bidang dan pekerjaan yang ditawarkan, termasuk pihak perusahaan penerima jika sudah ada.
- Persyaratan bahasa dan keterampilan, beserta sumber resmi yang menjelaskannya.
- Peran pihak yang menawarkan: pengajar, perantara, atau pihak lain dalam proses.
- Tahap yang sudah pasti dan tahap yang masih berupa rencana.
- Komponen biaya, penanggung biaya, serta dokumen yang akan kamu terima.
Jika dua penawaran menggunakan istilah berbeda, bandingkan dokumen dan prosesnya sebelum membandingkan biaya. Paket yang sama-sama disebut "kerja Jepang" belum tentu mengarah pada status yang sama.
Bawa catatan itu saat berdiskusi dengan keluarga. Tandai bagian yang belum jelas, lalu minta jawabannya sebelum membayar. Kamu tidak perlu memilih berdasarkan nama program yang paling sering muncul di media sosial.